News

Kepala Bappenas Ingin Ubi Jalar Jadi Simbol Kebangkitan Pangan Indonesia

Jakarta (KABARIN) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menginginkan ubi jalar sebagai simbol kebangkitan pangan Indonesia.

“Kita ingin ubi jalar ini bukan sekadar menjadi ubi biasa, tapi menjadi simbol kebangkitan pangan kita dan Ini adalah model kolaborasi dengan ide yang paling sederhana, tetapi memiliki dampak yang sangat besar,” katanya saat meresmikan gedung PRAISE Sweet Potato Center (Pusat Ubi Jalar) di Kampus Unpad (Universitas Padjadjaran), Jawa Barat, dikutip dari keterangan resmi, Jakarta, Selasa.

Pusat riset ini berfokus pada budidaya konvensional hingga teknologi tanam modern, seperti pertanian urban.

Melalui Unpad, pusat riset ini diharapkan dapat berdampak nyata pada masyarakat luas dan menjawab tantangan menuju ketahanan pangan nasional.

Rektor Unpad Arief Kartasasmita merasa bangga atas kepercayaan pemerintah menjadikan Unpad sebagai motor penggerak pengembangan ubi jalar.

Ke depan, Pusat Ubi Jalar ditargetkan untuk berkembang dari level nasional menjadi International Sweet Potato Center.

"Ini adalah bukti kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri. Kami ingin ilmu pengetahuan dari Unpad terkait ubi jalar ini menyebar ke level nasional hingga internasional," ucap dia.

Senada dengan hal tersebut, Food and Agriculture Organization (FAO) Representative Rajendra Aryal memuji langkah Indonesia dalam memanfaatkan biodiversitas.

Dia menyampaikan bahwa ubi jalar berperan penting dalam memperkuat ekonomi lokal dan lingkungan.

"Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa dengan 77 jenis tanaman sumber karbohidrat. FAO siap bekerja sama untuk membawa inovasi dari pusat riset Unpad ini ke panggung global," ungkap Rajendra.

Sebelumnya, Rachmat Pambudy terpilih menjadi Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad dalam Pertemuan MWA Universitas Padjadjaran.

"MWA dan pimpinan rektorat adalah sekeping mata uang dengan sisi yang berbeda, namun harus berjalan beriringan," ujar Kepala Bappenas.

Dalam agenda yang membahas Program Unggulan Sweet Potato Centre dan Gene Sequencing tersebut, Unpad menyampaikan target pada 2029 untuk bisa menembus peringkat Top 300 Dunia dengan pendapatan mencapai Rp3 triliun per tahun.

Saat ini, kampus tersebut menempati peringkat 96 di Asia dan peringkat 515 global dengan realisasi pendapatan hingga Rp2 triliun di 2025.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: